4 Sep 2010

Resep Mujarab Penanggulangan Banjir

Banjir, banjir dan banjir, sejak di mulainya abad ke 21 ini hampir sepanjang tahun dan setiap tahun seakan mata kita sudah bosan menyaksikan banjir di segala penjuru dan seakan telinga kita hampir tuli mendengar jeritan yang tak kunjung redam akibat banjir. Tidak bisakah banjir di tanggulangi, tentu jawabannya pasti bisa, lalu kenapa jika banjir bisa di tanggulangi kurang atau bahkan malah belum ada upaya untuk penanggulangan banjir secara maksimal.

Reboisasi dirasa oleh banyak kalangan menjadi hal yang paling urgen sebagai solusi pencegah terjadinya banjir, namun seberapa efektifkah upaya untuk mereboisasi tanah gundul kita, apakah hanya reboisasi saja, padahal hasil dari reboisasi baru bisa di nikmati harus menunggu waktu yang cukup lama, mari kita coba mencari akar permasalahnnya dan mencoba mendapatkan solusinya. Namun sebelum mengkaji hal itu mari kita pelajari dulu jenis-jenis banjir.

Secara umum jenis banjir ada tiga, yaitu pertama banjir sungai yang terjadi akibat air sungai yang meluap, kedua banjir danau, disebabkan air danau yang meluap dan ketiga banjir laut terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi.

Pada umumnya atau mayoritas banjir yang terjadi di Indonesia adalah banjir sungai, menurut saya hal ini disebabkan oleh dua aspek yaitu aspek alam dan aspek manusia. pertama, aspek alam, antara lain karena hutan yang gundul di daerah pegunungan utamanya, dan aspek alam pula karena musim hujan yang tak sewajarnya.

Kedua, aspek manusia, dimana manusialah yang menggunduli hutan dan manusia juga yang memperlambat jalannya air di sungai karena banyak sampah yang di buang disana, dengan kata lain manusia adalah sumber utama terjadinya banjir yang sesungguhnya menyengsarakan manusia itu sendiri.

Kerugian Akibat Banjir

Pada kesempatan kali ini saya ingin mencurahkan sedikit pandangan saya tentang penanggulangan banjir. Kita semua tahu bahwa banjir mengakibatkan kerugian yang sangat besar, kerugian-kerugian itu ditanggung oleh masyarakat dan juga pemerintah. Tentunya masyarakatlah yang menanggung kerugian paling banyak, di samping kerugian materi dimana sebagian banjir mengakibatkan rumah rusak juga kendaraan rusak, bukan hanya itu masyarakat juga harus mengorbankan waktu, waktu perjalanan semakin lama dan juga harus memnyediakan waktu ketika banjir surut untuk membersihkan rumah.

Masih membahas kerugian yang harus di tanggung masyarakat, ketika sedang membawa mobil atau motor, dan terjadi banjir di sebuah titik tentunya jalanan jadi macet, sehingga berapa liter bensin yang harus terbuang sia-sia. belum lagi krisis air bersih, munculnya berbagai penyakit dan tentunya suasana yang tidak nyaman serta roda perekonomian yang terhenti.

Lain halnya bagi masyarakat pedesaan, banjir adalah petaka besar karena bagi petani panen yang sudah di depan mata mampu lenyap begitu saja akibat banjir, bagi para penambak atau yang menyandarkan hidupnya dari kolam ikan, ikanpun ludes dibawa derasnya air, sungguh memilukan.

Kemudian mari kita tengok kerugian yang juga besar yang dialami pemerintah, dana APBN maupun APBD sudah barang tentu mau nggak mau harus di paksa keluar, sebab peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk meringankan beban masyarakat. Pemerintah pula yang ketika banjir surut harus menanggung perbaikan jalan yang disebabkan genangan air, dan perekonomian negara juga terganggu akibat roda perekonomian masyarakat yang macet.

Melihat begitu banyak kerugian yang di alami oleh masyarakat maupun pemerintah akibat banjir ini dan hal ini terjadi terus menerus setiap tahun bahkan mungkin sepanjang tahun, apakah tidak ada solusi yang cepat tepat dan rasional, saya yakin ada solusinya.

Penanggulangan Oleh Pemerintah dan Juga Masyarakat

Penanggulangan banjir membutuhkan peran pemerintah dan juga masyarakat. Pemerintah dengan kewenangan yang bisa membuat peraturan seyogyanya membuat peraturan tentang tata ruang kota dimana selokan dan sungai serta daerah penyerapan harus ada dan mencukupi, pemaksimalan sungai yang ada salah satunya dengan pengerukan kembali sungai-sungai yang dangkal.

Kemudian pembangunan waduk, saya sudah mengkaji tentang manfaat pembangunan waduk (karena hampir tidak ada kerugian membangun waduk). Manfaatnya antara lain, lapangan pekerjaan, dimana pengerjaan pertamanya saja sudah memberdayakan masyarakat sebagai pekerja proyek pembangunan, sehingga dampaknya bisa langsung dinikmati masyarakat. Hal ini berlanjut karena waduk tentunya membutuhkan pengawasan dan perawatan yang pastinya akan menciptakan lapangan peker
jaan.

Kedua, dari segi perekonomian, saya melihat sebagian waduk yang besar bisa di jadikan tumpuan hidup masyarakat sekitar untuk mencari ikan, bahkan sebagian waduk dijadikan tujuan wisata dan hal itu menumbuhkan inisiatif warga untuk mendirikan warung dan toko penunjang wisata waduk misal toko peralatan pancing.

Ketiga, keuntungan berlipat, maksudnya adalah ketika datang musim hujan waduk mampu menampung air sehingga pasti akan mencegah air dari pegunungan maupun perbukitan supaya tidak terjun langsung ke daerah rendah, atau bisa dikatakan sebagai tempat transit air hujan dari dataran tinggi. Sebaliknya ketika musim kemarau, waduk mampu menjadi tempat cadangan air yang diharapkan mampu mengalirkan airnya ke sungai-sungai sehingga masyarakat tidak kekurangan air untuk kehidupan sehari-hari dan para petani bisa menggarap sawahnya sepanjang tahun.

Sebagian dari pembaca mungkin berpikir bahwa membuat waduk membutuhkan dana yang cukup besar, bermiliaran bahkan triliun, jangan salah, saya kembali mengingatkan anda bahwa setiap banjir maupun kemarau datang, kerugian yang ditanggung masyarakat sangat banyak, sampai-sampai biaya yang dikeluarkan dari APBN dan juga APBD mampu untuk membuat waduk, tentunya pembuatannya tidak langsung serentak di seluruh Indonesia dengan jumlah yang wah, namun berangsur tapi pasti.

Masih oleh pemerintah, penanggulangan banjir adalah dengan peran pemerintah dalam rangka reboisasi sekaligus penjagaan daerah hijau itu, jika cuma sekedar menanam lalu meninggalkan begitu saja saya kira kurang efektif, maka dari itu di butuhkan penjagaan, penjagaan dalam arti perawatan juga penjagaan dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Lalu apa sumbangsih masyarakat dalam penanggulangan banjir, banyak, bahkan sangat banyak, mulai dari partisipasi dalam menjaga kelestarian alam dengan cara tidak menebang sembarangan, dan tentunya ikut menjaga keberadaannya, masyarakat juga harus membiasakan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air, lebih bagus lagi kalau masyarakat mau bergotong royong membersihkan saluran air.

Masyarakat juga berkontribusi dalam menjalankan peraturan dan program yang telah dibuat oleh pemerintah, karena tanpa dukungan dan peran masyarakat tentunya peraturan dan progaram pemerintah tidak akan tercapai secara maksimal.

Terlebih lagi masyarakat harus membuang jauh-jauh sifat ketergantungan dengan pemerintah, hilangkan pemikiran bahwa semua hal harus dilakukan pemerintah, namun lakukanlah apa yang bisa di lakukan supaya pemerintah lebih konsen dengan apa yang tidak bisa kita lakukan.

Dengan bahu membahu antara pemerintah dan masyarakat, insya Allah negara yang makmur yang sejahtera akan tercipta, amin. Semoga bermanfaat.
Comments
1 Comments